Minggu , 19 Nop 2017

 

KOMANDAN PUSDIKARHANUD

 

 

 

 

 

 

 

Kolonel Arh Rikas Hidayatullah


PUSDIKARHANUD

Pusdikarhanud PO BOX 59 Malang Jawa Timur Indonesia Tlp. (0341)461577

email redaksi  p[email protected] atau [email protected]

Contact Us


Profil Satuan


Info

Info Pendidikan

Jadwal Piket Admin

Kode Mata Kuliah

Transformasi Spiritual


 


UPACARA MEMPERINGATI HUT KE-72 KEMERDEKAAN RI TAHUN 2017
( 17 Aug 2017 )

UPACARA MEMPERINGATI HUT KE-72 KEMERDEKAAN RI TAHUN 2017

Hari ini Kamis (17/8/2017) pukul 07.00 WIB bertempat di lapangan Jendral Sudirman Pusdikarhanud Batu digelar upacara gabungan dalam rangka memperingati “HUT KE-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017” . Pada upacara kali ini ada sedikit perbedaan dari upacara 17 agustus pada tahun lalu,dimana pada tahun ini selain dihadiri oleh seluruh Militer dan PNS pusdikarhanud beserta para siswa militer yang sedang melaksanakan pendidikan, turut hadir juga tim dari Basarnas kota batu,satpam,klub mobil willys indonesia,klub motor trail kota batu, klub Harley Davidson dari jakarta serta putra dan putri dari SMAN 1 kota batu. Pada upacara 17 agustus tahun ini memang sangat spesial dimana seluruh komponen masyarakat diwilayah kota batu turut serta dalam pelaksanaan upacara hari ini. Pelaksanaan upacara kali ini berjalan dengan aman,lancar dan hikmat, bertindak sebagai Inspektur upacara pada hari ini yakni Komandan Pusat Pendidikan Arhanud “Kolonel Arh Rikas Hidayatullah,S.E.,M.M.”.

Pada kesempatan kali ini Komandan Pusdikarhanud membacakan amanat dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat “Jendral TNI Mulyono” yang berisi bahwa “Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Menjadi merdeka merupakan dambaan dari seluruh rakyat Indonesia pada masa itu yang rela diraih dengan mengorbankan jiwa dan raga, tidak hanya untuk lepas dari penjajahan, namun lebih penting dari itu, yaitu merdeka berarti bahwa Bangsa Indonesia juga sederajat dengan Bangsa-bangsa lainnya di dunia. Di awal tahun 2017 ini, kita baru saja menghadapi dan melewati situasi yang cukup sulit dalam kehidupan sosial kemasyarakatan Bangsa Indonesia, terkait dengan pelaksanaan salah satu pesta demokrasi, berupa Pilkada Serentak yang dilaksanakan di berbagai wilayah. Kita patut bersyukur karena semuanya telah berjalan dengan lancar dan aman, walaupun diwarnai dengan dinamika yang sangat tinggi. Namun demikian, masih terdapat persoalan-persoalan yang memerlukan kewaspadaan kita untuk terus mengawal dan membantu terjaganya stabilitas dan kondusifitas kehidupan sosial masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

Perkembangan terorisme dan gerakan radikal kanan/kiri masih terus kita rasakan sebagai ancaman yang tidak pernah padam. Demikian pula dengan maraknya anarkisme yang seringkali mengiringi penyampaian pendapat para buruh, pemuda dan mahasiswa, tawuran antar kelompok, penyalahgunaan Narkoba, serta penyebaran pornografi dan seks bebas. Jenis ancaman tersebut di atas, walaupun tergolong sebagai ancaman non militer, namun masih relatif mudah untuk dilihat dan dirasakan, serta dihadapi. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu kita pahami juga bahwa disamping ancaman tersebut, saat ini telah semakin berkembang jenis ancaman baru. Ancaman ini yang lebih sulit dilihat dan dirasakan, namun memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah Negara, yaitu ancaman informasi. Arus informasi yang sangat deras tersebar melalui media teknologi, telah terbukti mampu mempengaruhi cara berpikir dan perilaku manusia. Fenomena Arab Spring yang diawali oleh kudeta di Mesir dan bermula dari provokasi yang tersebar lewat media sosial beberapa tahun yang lalu, merupakan bukti nyata yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran.

Ancaman ini juga masih mempengaruhi situasi psikologis Bangsa Indonesia, sebagai akibat dari perang informasi melalui media sosial selama dan pasca pelaksanaan Pilkada DKI, yang dilancarkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Bangsa Indonesia. Tentunya, pengalaman tersebut merupakan pelajaran berharga tentang semakin besarnya potensi ancaman informasi terhadap kedaulatan Negara.Secara umum masyarakat Indonesia sudah mulai menyadari bahwa ancaman terhadap kedaulatan Negara melalui celah informasi ini, tidak bisa dilepaskan dari semakin hilangnya nilai-nilai Pancasila dari dalam jiwa masyarakat Indonesia, sehingga semangat persatuan dan kesatuan Bangsa serta nilai-nilai musyawarah untuk mufakat semakin memudar dan tergantikan oleh ego sektoral serta intoleransi yang semakin menguat. Kondisi tersebut merupakan lahan yang sangat subur untuk tumbuh kembangnya radikalisme maupun separatisme.

Selain itu, maraknya peredaran Narkoba juga merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan Negara kita. Saat ini Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba. Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi serta keamanan dan kedamaian Indonesia. Narkoba secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain. Indonesia bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar Narkoba terbesar di Asia. Lebih daripada itu, penyalahgunaan Narkoba telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, strata sosial ekonomi termasuk didalamnya institusi TNI. Saya tekankan kepada para prajurit dan PNS TNI AD agar menjauhi pelanggaran terhadap penyalahgunaan Narkoba, karena TNI AD telah menyatakan untuk perang terhadap Narkoba. Kita juga harus menyadari bahwa berbagai ancaman yang berkembang tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak karakter pribadi Prajurit dan PNS TNI AD pada level apapun, sebagai dampak negatif dari sangat luasnya akses ke media sosial yang saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, serta dampak penyalahgunaan Narkoba yang telah menimbulkan terjadinya lost generation (generasi yang tidak berkualitas) di Indonesia. Oleh karenanya, saya ingatkan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI AD, bahwa salah satu jati diri kita adalah Tentara Nasional, yang harus senantiasa mengedepankan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi atau golongan. Kita yang berasal dari berbagai suku, agama, ras dan golongan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan hanya mengabdi kepada Negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Selain itu kita juga harus senantiasa memelihara dan terus meningkatkan kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial yang berkembang serta menajamkan naluri intelijen dalam rangka deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi ancaman yang sedang berkembang saat ini. Panglima Besar Soedirman pernah berpesan kepada kita untuk “Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita. Jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. Kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi Bangsa dan Negara”. Menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional ditengah masyarakat tersebut, rasanya penting bagi TNI AD untuk kembali mengingat konsep yang menempatkan TNI AD sebagai stabilisator dan dinamisator kehidupan masyarakat. Sebagai instansi yang masih sangat dipercaya publik, TNI AD harus selalu hadir sebagai solusi dalam menjaga imunitas bangsa yaitu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para prajurit dan PNS TNI AD harus mampu tampil didepan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang telah tersarikan dalam Pancasila, yaitu menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta optimisme dan rasa percaya diri.


 

BERITA LAINNYA

     -  Peringatan HUT ke-72 TNI TA 2017 di Pusdikarhanud
     -  KUNJUNGAN KERJA IBU DANKODIKLAT TNI AD TA 2017
     -  DOA BERSAMA MEMPERINGATI HUT KE 72 KEMERDEKAAN RI TAHUN 2017
     -  KUNJUNGAN SISHANUDNAS SURABAYA TAHUN 2017
     -  GERAK JALAN SANTAI DALAM RANGKA HUT RI KE 72 TAHUN 2017
     -  LOMBA MILITER DAN PNS PUSDIKARHANUD DALAM RANGKA HUT RI KE 72 TAHUN 2017
     -  Serah Terima Jabatan Danpusdikarhanud
     -  UPACARA PENUTUPAN DIKJURBA ARHANUD ABIT DIKMABA TA 2016 OV
     -  UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-109 TA 2017
     -  LATBAKJATRI ORGANIK MILITER PUSDIKARHANUD TRIWULAN II TA 2017
     -  JAM KOMANDAN PUSSENARHANUD KEPADA GUMIL PUSDIK ARHANUD
     -  UPACARA PEMBUKAAN DIKJURBA ARHANUD ABIT DIKTUKBA TNI AD TA 2017
     -  UPACARA PENUTUPAN DIKJURBA ARHANUD ABIT DIKTUKBA TNI AD TA 2017
     -  PERESMIAN MONUMEN VYATA ANIKA BHUANA PUSDIKARHANUD
     -  dfdfhdh
     -  LATBAKJATRI ORGANIK MILITER PUSDIKARHANUD TRIWULAN I TA 2017
     -  UPACARA PEMBUKAAN DIKJURBA ARHANUD ABIT DIKMABA TA 2016 (OV)
     -  JAM KOMANDAN PUSDIK ARHANUD PEBRUARI 2017
     -  UPACARA BENDERA 17 PEBRUARI 2017
     -  




 

KOMANDAN KODIKLAT TNI AD

Letjen TNI Agus Kriswanto


English Corner

Battle of Goose Green

The Use of Air Defense Weapon System

Culture Of Indonesia:As a Consideration in Company Level Operation


Link Kodiklat


Statistik


  Visitors :785874 Org
  Today : 311 Users
  Month : 1625 Users
  Online : 7 Users
  Hits : 1947526 hits


Gallery



penghijauan


 
Copyright © 2010   Pusdikarhanud.mil.id - Pusdikarhanud . Design by e.web.id